Langsung ke konten utama

Berhenti minum kopi (setiap hari)


Siapa yang tidak kenal dengan kopi? Sebuah minuman yang sangat terkenal dan di konsumsi sehari-hari oleh berbagai kalangan, mulai dari tua dan muda, pria dan wanita. Indonesia sendiri merupakan produsen kopi terbesar ke empat di dunia dan negara kita mempunyai banyak variasi biji kopi berdasarkan tempat dimana kopi tersebut ditanam.

Popularitas kopi pun meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir, ditandai dengan maraknya café-café masa kini yang digandrungi anak muda. Tidak hanya franchise besar seperti Starbuck dan Excelso, tapi coffee shop kecil yang menjadi favorit tongkrongan anak muda, menjadi sebuah culture tersendiri yang berbeda dengan major franchise lainnya.

Sebagai contoh, lihat saja daerah sekitar Cipete Raya. Di akhir 2015 hanya ada segelintir coffee shop yang berdiri di jalan raya itu. Sekarang, di kuartal ketiga 2018, jumlahnya melejit hingga lebih dari 10 café. Dalam beberapa tahun saja, Cipete Raya menjadi The New Kemang, tempat favorit nongkrong anak muda Jakarta Selatan. Salah satu coffee shop yang cukup popular adalah Tuku, yang pernah di datangi Jokowi itu.


Saya sendiri juga dulu sangat menggemari kopi. Dulu hampir setiap hari saya minum kopi sebelum latihan ke gym. Dengan alasan kopi mengandung caffeine, yang merupakan natural stimulant cocok buat meningkatkan fokus, semangat, dan adrenalin sebelum olahraga berat atau di pagi hari sebelum bekerja.

Tapi kebiasaan minum kopi saya berhenti di awal tahun ini. Penyebabnya adalah efek samping yang muncul setelah minum kopi hitam. Di pagi hari itu saya makan kue dan minum kopi asal Bali sebagai rutinitas normal sebelum berangkat ke gym. Namun satu jam setelah saya minum kopi itu, saya merasakan efek yang aneh di tubuh saya. Tiba-tiba badan saya kesemutan dimulai dari tangan yang lama-lama menyebar ke seluruh tubuh. Detak jantung saya juga tiba-tiba menjadi cepat yang mengakibatkan perasaan gelisah.

Efek samping ini cukup aneh, mengingat saya sudah mengonsumsi kopi selama bertahun-tahun tanpa masalah. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi berangkat ke gym. Saya memilih untuk istirahat saja dan makan besar. Tapi efek samping tersebut tidak kunjung hilang. Karena ada perasaan yang tidak enak, saya memustuskan untuk cek ke dokter dan melakukan tes darah. Hasil tes darah menunjukkan kalo kalium di dalam darah saya rendah.

Kalium atau Potassium, adalah mineral penting yang merupakan bagian dari elektrolit di dalam tubuh kita. Kalium mempunyai banyak pernah penting, mulai dari menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengendalikan tekanan darah, dan menjaga fungsi otot dan saraf. Apabila tubuh kita kekurangan kalium banyak sekali gejala yang bisa timbul, mulai dari kram otot, sakit perut, sembelit, palpitasi jantung, sampai kesemutan dan mati rasa, persis seperti yang saya alami.

Salah satu penyebab kekurangan kalium adalah mengkonsumsi obat-obatan yg mempunyai sifat diuretik yang mempercepat pembuangan urin. Sifat diuretik ini adalah kunci yang menghubungkan antara minum kopi dan kesemutan yang saya alami, karena kopi-pun mempunyai efek samping diuretik. Rupaya banyak kalium saya yang terbuang melalui urin setelah saya minum kopi sehingga menyebabkan saya mengalami kesemutan.

Sejak saat itu saya sudah kapok minum kopi. Semacam trauma karena mengalami kesemutan yang cukup parah setelah minum kopi. Saya berhenti minum kopi secara regular. Cukup sekali-kali saja di momen-momen tertentu.


Apakah tiba-tiba berhenti minum kopi mempengaruhi performa saya di Gym? Atau semangat bekerja sehari-hari? Tidak juga. Saya tetap latihan di Gym dengan maksimal dan bangun setiap hari dengan penuh semangat. Artinya apa? Ketergantungan bahwa kita harus minum kopi sebelum melaksanakan sebuah aktifitas hanyalah efek psikologi.

Walaupun memang caffeine di dalam kopi mempunyai reaksi kimia yang membantu kita untuk semangat dalam beraktifitas, sebenarnya efek psikologisnya lebih tinggi. Kita menaruh harapan bahwa hanya dengan minum kopi barulah kita bisa beraktifikas maksimal, walaupun pada kenyataannya tanpa kopi kita juga bisa melakukan hal yang sama. Ini terbukti pada diri saya sendiri yang tadinya setelah bertahun-tahun minum kopi lalu tiba-tiba berhenti, namun tidak ada perbedaan yang signifikan dari kegiatan sehari-hari.

Yang ada, saya malah merasa lebih sehat karena tidak lagi mempunyai ketergantungan kepada kopi. Perlu diketahui bahwa caffeine di dalam kopi mempunya sifat adiktif yang bisa menyebabkan ketergantungan. Terlebih lagi, sekarang saat saya minum kopi lebih terasa nikmat, karena tidak setiap hari saya mengonsumsi-nya. Kopi kembali menjadi minuman spesial yang pas untuk dikonsumsi di momen-momen spesial, seperti nongkrong dengan teman atau kekasih.

Kesimpulannya, kopi memang sebuah minuman yang nikmat. Bisa memberikan semangat lebih dalam beraktifitas sehari-hari. Kopi mempunyai banyak manfaat kesehatan, namun juga mempunyai efek negatif yang tidak sedikit. Jadi kawan, bijaksanalah dalam mengonsumsi kopi. Jangan minum kopi berlebihan yang malah merugikan diri sendiri. 

Komentar